Aku anak bungsu.
ketika aku lahir 24 Juni 1992 papaku memang sudah tidak muda....
usia beliau 46tahun saat itu...
papa sudah pensiun sejak aku kelas 2sd. :)
He is My father....
Papaku adalah orang yang selalu sedih dan khawatir kalau beliau tidak bisa membahagiakanku, kalau keterbatasannya kini tidak bisa membuatku merasa bahagia seperti saat beliau bekerja waktu itu....
Padahal Bagiku kesederhanaan dan hadirnya papa dalam hidupku adalah kebahagiaan yang luar biasa. Aku bahagia akan beliau, bukan karena sekedar materi tapi beliau mengajariku rasa syukur. Rasa syukur yang lebih dari cukup membuat aku bahagia .
semakin dewasa aku semakin dekat dan sayang sama papa,,,
kenapa? karena papa itu ga pernah bilang capek depan anak-anaknya...
karena papa ga pernah bilang gak bisa :)
karena papa ga pernah kasar.....
karena papa romantis,
karena papa adalah laki-laki yang menyayangi ibunya, dan memperlakukan istrinya (mama kami) dengan sebaik-baiknya....
waktu aku kecil , papaku suka ajak aku bermain dirumput yang ada embunnya, anter aku praktek renang dengan teman-teman sd-ku, menemaniku jalan-jalan bermain sepatu roda, bersepeda dan lain-lain....
ya sesibuk apapun papa saat bekerja dulu, ia mampu memberikan waktu terbaiknya untuk hadir dalam kehidupan anak-anaknya...
saat aku beranjak remaja, papa ga pernah terusik dengan kehadiran sahabat-sahabatku kesebelasan saat SMP... hampir setiap hari 10 sahabatku bahkan lebih datang kerumah hanya untuk bersenda gurau, papa bilang papa senang kalau anaknya bahagia, kalau anaknya bisa punya banyak sahabat, kalau anaknya bisa berhubungan sosial baik dengan orang lain,..... sehingga bagi papa semua sahabat-sahabat dalam hidupku dari kecil sampai sekarang adalah anak-anaknya juga :)
Saat aku SMA, papa adalah orang paling siaga menemaniku hingga pagi dini hari, menjadi teman ngobrol, narasumber terhadap tugas-tugas deadlineku saat itu....lalu mengantarku ke sekolah, setiap hari. yang paling aku rindukan adalah saat kita ngobrolin berita di Tv sepanjang jalan ke sekolah, hehehe meskipun aku dan papa itu sok tau dalam hal itu, tapi aku bahagia dengan moment-moment terbaik sama papa...
Ketika aku lulus SMA, aku langsung bekerja dan papa adalah orang yang paling setia antar jemput aku pulang kerja di terminal bayangan tol jatibening ,kami sering ngobrol, sering menguatkan tentang hidup. papa adalah orang yang paling banyak jasanya.
Bahkan saat aku harus kuliah di daerah yang jauh ratusan kilometer dari papa dan mama, aku tau dibelakangku papa adalah orang yang paling menangis, karena tidak bisa membuat aku selalu dekat dengannya, tapi ia selalu bisa tampil di depanku dengan tegarnya lalu kemudian memberikanku suntikan semangat dengan doa-doa terbaiknya.
Papa itu jarang ngobrol ditelepon dengan anak-anaknya, tapi aku tahu papa adalah orang pertama yang meminta mama untuk menelpon anak-anaknya, memastikan kabar anak-anaknya itu sehat dan bahagia... diantara keseruan ngobrol sama mama, ada papa dibelakang mama, orang satu-satunya yang mendengarkan pembicaraan kami, yang bersyukur mendengar gelak tawa kami dalam kebahagiaan..
Keikhlasan dan ketulusan papa menyadarkan kami bahwa papa kini tidak lagi muda, tidak segagah dulu, dan ada guratan lelah perjuangan beliau dalam keriput kulitnya kini..
Papa...
lebih dari kata yang bisa aku tuliskan....
selamat 67 tahun papa...
Tiada daya dan upaya melainkan dengan pertolongan Allah yang mampu membantu kami untuk memuliakan, membahagiakan dan mengangkat derajat mamapapa dunia akhirat.. Semoga Allah meridhoi semuanya ya pa..
hari ini aku ga deket papa, gak bisa peluk dan cium tangan papa, aku masih dirantau...
tapi ada doa,
Semoga papa selalu sehat, panjang umur agar bisa nemenin mama dan kita semua..agar bisa beribadah dengan baik.... dan jika Allah ijinkan kita semua panjang umur, semoga mamapapa bisa liat ade mendapat gelar sarjana nantinya, bisa lihat ade kerja lagi, bisa menikmati hasil dari kerja dan keringat ade, bisa duduk bersama, menjadi wali nikah, memberi doa&restu pada ade dan calon suami ade suatu hari nanti, bisa liat ade hidup bahagia membangun rumah tangga, dan menyaksikan tumbuh kembang cucu papa dari ade seperti yang sering kita angankan ya pah... hehehe mungkin terlalu berlebihan tapi gak ada salahnya untuk di Aamiinkan dan selalu didoakan.Aamiin Yaa Robbalalamiin..
Karena kita ga pernah tahu esok seperti apa, semoga Apapun yang Allah telah rencanakan untuk kita semua adalah yang terbaik untuk kita semua. Kita hanya butuh percaya, seperti yang sering papa ajarkan...
Terimakasih papa kebanggaan kami,
semoga Allah membalas setiap keringat, keletihan, perhatian dan rasa cinta papa untuk kami dengan Pahala dan kebahagiaan yang tiada batasnya..
salam hormat dan salam sayang dari anak bungsu papa..
Love you pap - Ade (Yuni Astrini Putri)...













Tidak ada komentar:
Posting Komentar