Minggu, 26 Januari 2014

PERNAH RINDU?

Tentu saja,
yang namanya kerinduan kadang memuncak..
bahkan seperti yang harus saya tahan sekarang ini untuk sebentar saja mungkin...

Entahlah sampai kapan....
mungkin sampai kita bisa segera berjumpa..
meluruhkan  angkuhnya jarak dalam hangat dekapan.

ya dekapan...
dekapanmu yang sudah pasti sulit membuat aku untuk kembali jauh lagi....

Aku tak perduli,
seberapa sulitnya nanti jikalau jarak kembali menguji.

aku hanya ingin berjumpa denganmu...
 memelukmu erat..
bercerita panjang tentang perjalanan selama aku harus bertahan sendirian.
begitu juga mendengar ceritamu disana.

ya, senja kali ini aku begitu merindukanmu.
hmm...
nampaknya aku baru saja berbohong.

maka ijinkan  aku meralatnya....
aku merindukanmu setiap saat, ketika aku tak berada disampingmu,



sekiranya begitu.


Salam rindu dari saya yang saat ini sedang berada di Ciamis...
untuk kamu di perbatasan kota bogor dan Bekasi.

with love me: Yuni Astrini Putri

Sabtu, 25 Januari 2014

SURAT UNTUK MAMA

surat ini aku kirim untuk mamaku,
4 tahun yang lalu... tepatnya saat ulangtahun mama ke 58 tanggal 26 Agustus 2010.

"selamat ulangtahun mamaku tercinta,



semakin aku beranjak besar aku semakin mengerti pengurangan waktu hidup didunia ini,
tak nampak pesta meriah merayakan ulangtahunmu yang dapat kuberi mama,
hanya hikmat aku merenungkannya dalam doaku pada tuhan untuk yang terbaik bagi mama.



Mama aku semakin takut kehilangan mama
meski yang ku tahu mama bukanlah mutlak milik ku ,
dalam masa tuamu,
ijinkan aku mendapat pengampunan mu mama..

kadang ego labil ku lepas dari letak dimana seharusnya aku mengendalikan nya di hadapanmu mama..
aku tak dapat mengukur seberapa luka hatimu krn diri ini mama,
tapi aku dapat mengukur bagaimana besarnya permohonan maaf ini untuk mama,
rasa ini bercampur dgn rasa yg begitu besar menyayangi mama.



Rasa terimakasih dan syukur yg besar karena Allah sudah memberikan mama yang super duper hebat dan saaaangat baik dalam hidupku....




Mama, kata memang selalu indah dibanding nyata,
aku menulis ini untukmu bukan karena aku biasa menulis kata .

Khilaf kekecewaan yg mungkin tidak sengaja telah kuperbuat dihadapmu ,
bukan maksud untuk melukaimu, sungguh tak begitu maksudku...


Dalam tulusnya hati ini mencintaimu hanya berniat membuat mama bahagia
dan berharap melukiskan senyum yg indah untuk mama..




Mama, semoga panjang umur yg bermanfaat dan berkah, semoga Allah lindungi hidup mama dgn keselamatan dan kesehatan lahir dan batin, semoga mama diberikan kebahagiaan dan kemuliaan dunia akhirat , dimudahkan rejeki nya,


Doakan anakmu ini mama,
yang sedang melangkahkan perjalanan hidupnya,
Semoga dgn disertai doa mama mama mama dan papa hidupku senantiasa dimudahkan dan dilancarkan serta dapat memanfaatkan kesempatan sebelum terlambat untuk memuliakan hidup mamapapa yg menghubungkan jalanku menuju surga Allah SWT. AAMIN,

Yaa Allah tolong jagalah kebersamaan aku mama dan papa serta keluarga kami,
dan pertemukanlah kami nanti disurgamu.Aamiin Aamiin Aamiin yarobalalamin... :)



With love me , Yuni Astrini Putri...

Rumah.

Pernah aku membaca salah satu tulisan blogger yang menceritakan tentang arti dari sebuah rumah...
bagiku, perempuan beranjak 22 tahun ,
rumah tidak hanya sebuah rumah.
rumah memiliki arti lebih dari kumpulan bata ataupun atap :)


then....
Here is my Parent's Home...



Aku ingin bercerita tentang rumah.
Ya rumah yang aku tempati ini adalah rumah impian mamapapaku sewaktu muda...rumah yang ia berikan hasil kerja kerasnya.
Rumah ini memang tidak besar, tapi pengorbanan mamapapa begitu besar untuk rumah ini. Dan itu lebih dari cukup untuk kami (aku dan kedua kakakku). Untuk kami belajar banyak hal dalam kehidupan.

21 tahun lebih aku terlahir dan dibesarkan dirumah ini,..
Tentu bukan waktu yang sebentar yang membuat rumah terlalu berarti bagiku.
Ya, rumahku.
Rumah yang mamapapa beli dari hasil kerja keras beliau , dengan arsitektur sesuai dengan yang mama mau, memiliki jendela-jendela besar di tiap sisinya, berpagar hitam dan memiliki teras yang sangat nyaman dan menjadi salah satu tempat favorite kami untuk berbincang dan bersenda gurau.
Rumah yang diberikan papa untuk anak-anaknya tumbuh besar, terutama aku. Rumah yang dibeli papa dan diberikan pada mama seutuhnya mengenai barang apa yang berhak ada di dalam dan hiasan apa yang pantas dipajang atau hanya sekedar disimpan dalam lemari.

Rumah yang selalu aku rindukan ketika aku dirantau,
Rumahku, kebanggaanku.. Istanaku.


Dari rumah aku belajar. Belajar menumbuhkan segala keinginan, membangun tekad yang kuat untuk berusaha mewujudkannya.
Di rumah ini pun saksi tempatku memiliki cita-cita, dari cita-cita anak kecil yang ingin  menjadi dokter ,guru, penyiar,jurnalis dll... hingga waktu yang merubah pola pikirku untuk memiliki cita-cita orang dewasa, Termasuk cita-citaku menjadi rumah.
Entah kenapa... dari rumah ini aku juga ingin sekali menjadi rumah.

Salah satu inspirasi adalah kata-kata pacar&sahabat terbaikku mas Erdhi tentang rumah.
Waktu itu dia pernah nyeletuk gini:
Kamu tau gak, bagiku rumah dan keluarga itu berarti banget. Seburuk apapun aku, sesering apapun aku gak ada dirumah, selama apapun aku ada diluar rumah, tapi tujuan terakhir selalu rumah. Karena cuma rumah dan keluarga yang mampu menerima kita kembali, siapapun kita diluar. Itu sudah terbukti. ”

JLEB banget dengernya, dari mulut seorang laki-laki yang biasanya tidak terlalu ekspresif lalu tiba-tiba bercerita tentang kekagumannya dengan rumah, bercerita tentang rasa terimakasihnya pada keluarga dan sebuah rumah..

Well, akhirnya karena aku udah bukan anak kecil lagi, terbesitlah akhirnya cita-cita pengen jadi rumah.
Karena aku sadar banget aku adalah anak perempuan yang sedang tumbuh dewasa, yang cepat atau lambat akan dibawa keluar dari rumah oleh suamiku nantinya, dan suatu hari nanti harus bisa membangun keluarga sendiri. Menjadi rumah seperti yang telah mamapapa lakukan sebelumnya untuk keluarga dan anak-anaknya, bahkan kalau bisa harus lebih baik , lebih kuat, dan lebih kokoh. Sampai kapanpun...



Makanya aku pengen banget jadi rumah. Rumah yang baik dan nyaman untuk penghuninya (anak dan suamiku nantinya) dan itu termasuk cita-cita tertinggi. Kenapa? Karena meskipun aku punya cita-cita menjadi wanita yang bisa mandiri dan berkarier suatu hari nanti, aku juga ingin jadi istri dan ibu yang baik di waktu yang sama..., menjadi rumah bagi suami dan anak-anakku., yang bisa selalu mereka rindukan, yang bisa menjadi tempat pulang kepercayaan mereka, yang bisa menjadi pendengar cerita bahagia,  keluhan dan pengalaman pengalaman hebat mereka seharian, yang bisa menjadi kekuatan untuk mereka  terus memiliki mimpi dan cita-cita yang baik, dan yang bisa menjadi sumber semangat dan doa kepercayaan bagi mereka untuk mencapai segala mimpi-mimpinya...



May I get An Aamiin? :)
Aamiin.
Cita-cita mulia dari sebuah rumah,
Jatikramat-pondok gede, Bekasi . 
:)  

with love: Yuni Astrini Putri (uty) 

SEDIKIT CERITA TENTANG PAPA....

Tulisan Ini kubuat saat 3 hari menjelang ulangtahun papaku 22 Desember 2013 yang ke 67.


Aku anak bungsu. 
ketika aku lahir 24 Juni 1992 papaku memang sudah tidak muda.... 
usia beliau 46tahun saat itu... 
papa sudah pensiun sejak aku kelas 2sd. :) 

He is My father....
 
Papaku adalah orang yang selalu sedih dan khawatir kalau beliau tidak bisa membahagiakanku, kalau keterbatasannya kini tidak bisa membuatku merasa bahagia seperti saat beliau bekerja waktu itu....
Padahal Bagiku kesederhanaan dan hadirnya papa dalam hidupku adalah kebahagiaan yang luar biasa. Aku bahagia akan beliau, bukan karena sekedar materi tapi beliau mengajariku rasa syukur. Rasa syukur yang lebih dari cukup membuat aku bahagia .

semakin dewasa aku semakin dekat dan sayang sama papa,,,
kenapa? karena papa itu ga pernah bilang capek depan anak-anaknya...
karena papa ga pernah bilang gak bisa :)
karena papa ga pernah kasar.....
karena papa romantis,
karena papa adalah laki-laki yang menyayangi ibunya, dan memperlakukan istrinya (mama kami) dengan sebaik-baiknya....



waktu aku kecil , papaku suka ajak aku bermain dirumput yang ada embunnya, anter aku praktek renang dengan teman-teman sd-ku, menemaniku jalan-jalan bermain sepatu roda, bersepeda dan lain-lain....
ya sesibuk apapun papa saat bekerja dulu, ia mampu memberikan waktu terbaiknya untuk hadir dalam kehidupan anak-anaknya...



saat aku beranjak remaja, papa ga pernah terusik dengan kehadiran sahabat-sahabatku kesebelasan saat SMP... hampir setiap hari 10 sahabatku bahkan lebih datang kerumah hanya untuk bersenda gurau, papa bilang papa senang kalau anaknya bahagia, kalau anaknya bisa punya banyak sahabat, kalau anaknya bisa berhubungan sosial baik dengan orang lain,..... sehingga bagi papa semua sahabat-sahabat dalam hidupku dari kecil sampai sekarang adalah anak-anaknya juga :)

Saat aku SMA, papa adalah orang paling siaga menemaniku hingga pagi dini hari, menjadi teman ngobrol, narasumber terhadap tugas-tugas deadlineku saat itu....lalu mengantarku ke sekolah, setiap hari. yang paling aku rindukan adalah saat kita ngobrolin berita di Tv sepanjang jalan ke sekolah, hehehe meskipun aku dan papa itu sok tau dalam hal itu, tapi aku bahagia dengan moment-moment terbaik sama papa...

Ketika aku lulus SMA, aku langsung bekerja dan papa adalah orang yang paling setia antar jemput aku pulang kerja di terminal bayangan tol jatibening ,kami sering ngobrol, sering menguatkan tentang hidup. papa adalah orang yang paling banyak jasanya.

Bahkan saat aku harus kuliah di daerah yang jauh ratusan kilometer dari papa dan mama, aku tau dibelakangku papa adalah orang yang paling menangis, karena tidak bisa membuat aku selalu dekat dengannya, tapi ia selalu bisa tampil di depanku dengan tegarnya lalu kemudian memberikanku suntikan semangat dengan doa-doa terbaiknya. 




Papa itu jarang ngobrol ditelepon dengan anak-anaknya, tapi aku tahu papa adalah orang pertama yang meminta mama untuk menelpon anak-anaknya, memastikan kabar anak-anaknya itu sehat dan bahagia... diantara keseruan ngobrol sama mama, ada papa dibelakang mama, orang satu-satunya yang mendengarkan pembicaraan kami, yang bersyukur mendengar gelak tawa kami dalam kebahagiaan..

Keikhlasan dan ketulusan papa menyadarkan kami bahwa papa kini tidak lagi muda, tidak segagah dulu, dan ada guratan lelah perjuangan beliau dalam keriput kulitnya kini..

Papa...
lebih dari kata yang bisa aku tuliskan....



selamat 67 tahun papa...
Tiada daya dan upaya melainkan dengan pertolongan Allah yang mampu membantu kami untuk memuliakan, membahagiakan dan mengangkat derajat mamapapa dunia akhirat.. Semoga Allah meridhoi semuanya ya pa..

hari ini aku ga deket papa, gak bisa peluk dan cium tangan papa, aku masih dirantau...

tapi ada doa,
Semoga papa selalu sehat, panjang umur agar bisa nemenin mama dan kita semua..agar bisa beribadah dengan baik.... dan jika Allah ijinkan kita semua panjang umur, semoga mamapapa bisa liat ade mendapat gelar sarjana nantinya, bisa lihat ade kerja lagi, bisa menikmati hasil dari kerja dan keringat ade, bisa duduk bersama, menjadi wali nikah, memberi doa&restu pada ade dan calon suami ade suatu hari nanti, bisa liat ade hidup bahagia membangun rumah tangga, dan menyaksikan tumbuh kembang cucu papa dari ade seperti yang sering kita angankan ya pah... hehehe mungkin terlalu berlebihan tapi gak ada salahnya untuk di Aamiinkan dan selalu didoakan.Aamiin Yaa Robbalalamiin..

Karena kita ga pernah tahu esok seperti apa, semoga Apapun yang Allah telah rencanakan untuk kita semua adalah yang terbaik untuk kita semua. Kita hanya butuh percaya, seperti yang sering papa ajarkan...


 Terimakasih papa kebanggaan kami, 







semoga Allah membalas setiap keringat,  keletihan, perhatian dan rasa cinta papa untuk kami dengan Pahala dan kebahagiaan yang tiada batasnya..

salam hormat dan salam sayang dari anak bungsu papa..
Love you pap - Ade (Yuni Astrini Putri)... 




MOVE MY NOTES :)

26 January 2014, 

Well, kayaknya lebih asik kalau beberapa notes saya , saya pindahkan ke blog agar bisa dinikmati bersama :) Enjoy, Guys!

With love: Yuni Astrini Putri (uty)

MY NEW :)



YUHUUUU... I'M COME BACK !!!!

 Sincerly, Yuni Astrini Putri